Ada seorang anak laki-laki hidup dengan bibinya sejak orang tuanya meninggal. Bibinya adalah satu-satunya saudari ibunya. Karena dia tidak menikah dan tidak mempunyai anak, si bibi sangat memanjakan anak itu.
Pada suatu hari anak itu mencuri sebuah buku di toko. Pemilik toko itu marah dan melaporkan hal itu kepada si bibi. Akan tetapi si bibi tidak memarahi anak laki-laki itu, malah ia tersenyum mendengar laporan itu dan bahkan memberinya gula-gula.
Sampai pada waktunya anak itu tumbuh menjadi dewasa. Dia menjadi seorang pencuri terkenal. Akhirnya ia ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung. Ketka tali gantungan dipasang
pada lehernya, orang banyak berkumpul disekitar tiang gantungan itu. Tiba-tiba seorang wanita menyibak kerumunan orang banyak, maju menjumpai anak terhukum itu. Wanita itu adalah bibinya yang telah membesarkan dia. Ia naik ke atas panggung, meratap sambil merangkulnya. Tetapi orang terhukum itu berpaling sambil menggigit telinga si bbinya itu.
Dengan jeritan menahan sakit, wanita itu pergi. Orang banyak itu marah atas perlakuan yang mengejutkan orang terhukum itu. Akan tetapi orang terhukum itu malah membentak orang banyak itu supaya diam. Lalu ia berkata : " Wanita itu adalah penyebab semua ini terjadi padaku. Jika saat aku masih kecil dia menghardik kesukaanku mencuri, tentu aku tidak perlu menghadapi kematian seperti ini ".
-Pada akhirnya anak yang selalu dimanja tidak pernak akan berterima kasih karena pernah dimanja.